GreenTech http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech <p><strong><em>GreenTech</em></strong> is a premier open-access journal dedicated to pioneering research and advancements in <strong>agro-industrial engineering</strong>, with a strong emphasis on sustainability, innovation, and efficiency. Published biannually by the <strong>Department of Agro-Industrial Technology, Universitas Andalas</strong>, <strong><em>GreenTech</em></strong> serves as a vital platform for researchers, engineers, and practitioners to explore cutting-edge technologies that drive the future of sustainable agriculture.</p> <p>With the global demand for environmentally responsible and resource-efficient agricultural solutions growing at an unprecedented pace, <em>GreenTech</em> publishes <strong>high-impact original research, case studies, and perspectives</strong> that contribute to the advancement of green technologies in the agro-industrial sector. The journal provides rigorous <strong>double-blind peer review</strong>, ensuring the highest academic standards and the integrity of the published work.</p> <p>Our scope encompasses a wide range of topics, including but not limited to:</p> <ul> <li><strong>Renewable energy</strong> applications in agriculture</li> <li><strong>Precision farming</strong> and smart agricultural systems</li> <li><strong>Sustainable water management</strong> and irrigation innovations</li> <li><strong>Greenhouse gas mitigation</strong> and climate-smart agricultural practices</li> <li><strong>Bioprocessing and value-added agro-industrial products</strong></li> <li><strong>Advanced agricultural robotics and automation</strong></li> <li><strong>Waste reduction, recycling, and circular economy strategies</strong></li> <li><strong>Life cycle assessment</strong> for agro-industrial sustainability</li> </ul> <p>By fostering interdisciplinary collaboration and bridging the gap between research and industry, <em>GreenTech</em> empowers scholars and practitioners to develop actionable solutions for global agricultural challenges. The journal supports <strong>open-access publishing under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0)</strong>, ensuring unrestricted access to cutting-edge research for scientists, policymakers, and industry professionals worldwide.</p> en-US kikiyulianto@ae.unand.ac.id (Dr. Ir. Kiki Yulianto, S.TP., M.P.) adietiosanjaya123@gmail.com (Adie Tio Sanjaya, S. Kom) Wed, 31 Dec 2025 10:04:14 +0700 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Sifat Kimia, Sifat Fisika dan Nilai Organoleptik Nasi Instan yang Dibuat dari 5 Varietas Beras Sumatera Barat http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/50 <p>Nasi instan dibuat dari beras di mana nantinya hanya membutuhkan 3 sampai 5 menit untuk siap santap. Karakteristik nasi instan antara lain dipengaruhi oleh bahan baku beras yang digunakan. Pada penelitian ini digunakan 5 varietas beras yang banyak diproduksi di Sumatera Barat yaitu beras sokan, beras anak daro, beras kuriak kusuik, beras IR42, dan beras batang piaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisika dan sifat kimia nasi instan dan penerimaan organoleptik serta menentukan varietas yang cocok dijadikan nasi instan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu varietas beras: A = beras batang piaman, B = beras IR 42, C = beras Kuruik Kusuik, D = beras Anak Daro, E = beras Sokan dengan 3 kali ulangan. Hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA. Jika berbeda nyata maka dilanjutkan menggunakan uji lanjut DNMRT pada taraf 5%. Hasil analisis kimia menunjukkan kadar air dan kadar protein berbeda nyata sedangkan kadar abu tidak berbeda nyata. Sifat fisika warna dan waktu rehidrasi juga berbeda nyata namun hasil uji <em>organoleptic</em> tidak berbeda nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa beras dari varieties IR 42 paling cocok untuk dijadikan nasi instan.</p> Fujie Syukrillah Wiesa, Anwar Kasim, Ruri Wijayanti Copyright (c) 2025 Fujie Syukrillah Wiesa, Anwar Kasim, Ruri Wijayanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/50 Thu, 18 Dec 2025 00:00:00 +0700 Karakteristik Fisikokimia Dadih Substitusi Susu Sapi dan Susu Kerbau http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/52 <p>Dadih merupakan salah satu makanan khas tradisional berasal dari Sumatra Barat dengan metode pembuatannya melalui fermentasi susu di dalam tabung bambu secara alami. Penggunaan susu sapi sebagai substitusi susu kerbau dapat menjadi alternatif dalam pembuatan dadih karena susu sapi mudah didapat dan terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh variasi rasio susu yang digunakan dalam proses pembuatan dadih terhadap karakteristik fisikokimianya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan A0 (susu sapi 0% : susu kerbau 100%), A1 (susu sapi 25% : susu kerbau 75%), A2 (susu sapi 50% : susu kerbau 50%), A3 (susu sapi 75% : susu kerbau 25%), A4 (susu sapi 100% : susu kerbau 0%). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji lanjutan DNMRT (<em>Duncan’s New Multiple Range Test</em>). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio susu berpengaruh nyata terhadap pH, total asam, kadar air, total padatan, kadar protein dan kadar lemak. Variasi rasio susu dapat meningkatkan kadar air dan total asam dadih serta dapat menurunkan nilai pH, total padatan, kadar protein dan kadar lemak seiring meningkatnya variasi rasio susu sapi yang ditambahkan.</p> Rakha Abyan Fadhal, Kurnia Harlina Dewi, Fitriani Kasim Copyright (c) 2025 Rakha Abyan Fadhal, Kurnia Harlina Dewi, Fitriani Kasim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/52 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0700 Kajian Jenis dan Konsentrasi Perekat pada Pembuatan Briket dari Sabut Buah Nipah (Nypa fruticans, Wurmb) http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/54 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi jenis dan konsentrasi perekat, pengaruh jenis dan konsentrasi perekat terbaik berdasarkan karakteristik briket, dan menganalisis Break Event Point (BEP). Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor yang terdiri atas 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang didapatkan dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) jika terdapat adanya interaksi maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 %. Kajian jenis dan konsentrasi briket dari sabut buah nipah terdapat adanya interaksi terhadap kadar air, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, nyala api, dan kuat tekan, tetapi tidak ada interaksi terhadap kadar zat terbang dan densitas briket. Jenis perekat berbeda nyata terhadap kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, nilai kalor, nyala api, densitas dan kuat tekan. Konsentrasi perekat berbeda nyata terhadap kadar air, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, nyala api, densitas dan kuat tekan, tetapi tidak berbeda nyata terhadap zat terbang briket. Formulasi perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan A2B1 perekat arpus dengan konsentrasi 9%. Analisis titik impas Briket (BEP) yaitu Rp 1.029,45 pcs/bulan.</p> Detramadani Detramadani, Neswati Neswati, Deivy Andhika Permata Copyright (c) 2025 Detramadani Detramadani, Neswati Neswati, Deivy Andhika Permata https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/54 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0700 Studi Aliran Energi dalam Memproduksi Crude Palm Oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV Kebun Ophir, Sumatera Barat http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/55 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran energi dalam proses produksi Crude Palm Oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV Kebun Ophir, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan melalui studi aliran energi terhadap seluruh tahapan proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi CPO, meliputi input energi manusia, energi listrik, dan energi bahan bakar. Data diperoleh dari pengamatan langsung, pengukuran alat, serta penggunaan perangkat Garmin dan HRM untuk mengukur energi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan energi tertinggi berasal dari energi bahan bakar (fiber dan cangkang sawit), dengan dominasi penggunaan fiber sebesar 78,26%. Energi output manusia tertinggi tercatat pada stasiun boiler/kamar mesin sebesar 31,52%, diikuti oleh stasiun sortasi dan rebusan. Konsumsi energi listrik relatif lebih kecil dibandingkan dua jenis energi lainnya, namun tetap penting dalam menunjang kinerja peralatan pabrik. Rendemen CPO yang dihasilkan mencapai 22,63%, dan energi spesifik rata-rata tercatat sebesar 14.782,25 kJ/kg. Temuan ini menunjukkan pentingnya manajemen energi dalam proses produksi CPO untuk mencapai efisiensi dan efektivitas produksi. Informasi ini, perusahaan dapat mengidentifikasi titik-titik konsumsi energi terbesar dan menyusun strategi efisiensi yang berkelanjutan.</p> Santosa Santosa, Ashadi Hasan, Saddam Pebrianto, Maulana Ladira Copyright (c) 2025 Santosa Santosa, Ashadi Hasan, Saddam Pebrianto, Maulana Ladira https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/55 Sun, 21 Dec 2025 00:00:00 +0700 Penentuan Daerah Sentra Produksi Jagung (Zea mays L.) di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat dengan Metode K-Means Clustering http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/56 <p>Jagung (<em>Zea mays </em>L.) merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan industri. Provinsi Sumatera Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas ini, namun persebaran produksi yang tidak merata memerlukan identifikasi wilayah sentra produksi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah-daerah potensial sebagai sentra produksi jagung dengan menerapkan metode <em>K-Means Clustering</em>. Data yang digunakan merupakan data sekunder tahun 2017–2022 dari 19 kabupaten/kota, mencakup lima variabel: luas panen, produksi, produktivitas, ketinggian wilayah, dan curah hujan. Metode Elbow digunakan untuk menentukan jumlah klaster optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa daerah secara konsisten berada dalam klaster dengan nilai di atas rata-rata, antara lain Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Solok Selatan. Penelitian ini memberikan informasi berbasis data yang berguna dalam perencanaan pengembangan jagung secara spasial di Provinsi Sumatera Barat.</p> Santosa Santosa, Andasuryani Andasuryani, Saddam Pebrianto, Raihan M. Deri Prasmadika Copyright (c) 2025 Santosa Santosa, Andasuryani Andasuryani, Saddam Pebrianto, Raihan M. Deri Prasmadika https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/56 Mon, 22 Dec 2025 00:00:00 +0700 Identifikasi dan Analisis Faktor Penyebab Variabilitas Berat Janjang Rata-Rata (Bjr) Kelapa Sawit (Studi Kasus: PT. XYZ) http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/58 <p>Variabilitas Berat Janjang Rata-Rata (BJR) merupakan salah satu indikator penting dalam manajemen kebun kelapa sawit karena memengaruhi estimasi produksi, perencanaan panen, dan evaluasi kinerja kebun. Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ , Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dengan tujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi BJR. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer melalui observasi lapangan serta wawancara, dan data sekunder berupa catatan produksi, pemupukan, curah hujan, dan pembagian varietas tanaman. Analisis yang digunakan meliputi statistik deskriptif, regresi linear berganda, serta ANOVA untuk menguji perbedaan rata-rata BJR antar kelompok karakteristik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari umur tanaman, varietas, dan curah hujan terhadap BJR berdasarkan analisis regresi linear berganda. Faktor umur dan varietas memiliki kontribusi dominan dalam menjelaskan variasi BJR, sedangkan curah hujan memberikan pengaruh positif namun relatif lebih kecil. Uji ANOVA memperlihatkan bahwa perbedaan umur tanaman menghasilkan nilai BJR yang nyata, khususnya pada kelompok umur 8–11 tahun yang menunjukkan nilai tertinggi, sementara kelompok umur muda maupun tua relatif lebih rendah. Varietas juga berpengaruh signifikan, di mana varietas Socfindo menghasilkan BJR lebih besar dibandingkan varietas lain. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh potensi genetik varietas dan kondisi fisiologis tanaman pada umur produktif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi faktor agronomis dan lingkungan berperan penting dalam menentukan variabilitas BJR, sehingga pengelolaan kebun perlu mempertimbangkan pendekatan terpadu untuk menjaga konsistensi produktivitas.</p> Intan Kusuma Ningtyas, Kiki Yulianto Copyright (c) 2025 Intan Kusuma Ningtyas, Kiki Yulianto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/58 Tue, 23 Dec 2025 00:00:00 +0700 Karakteristik Permen Keras (Hard Candy) dan Permen Lunak (Soft Candy) dengan Penambahan Ekstrak Buah Bit, Ekstrak Bunga Telang dan Ekstrak Kulit Secang http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/61 <p>Permen merupakan produk pangan yang dibuat dari gula atau pemanis dengan atau tanpa tambahan bahan lain, serta dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu permen keras dan permen lunak. Permen keras memiliki tekstur padat dan tidak melunak saat dikunyah, sementara permen lunak memiliki tekstur elastis dan lebih mudah dikunyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik permen keras (<em>hard candy</em>) dan permen lunak (<em>soft candy</em>) dengan penambahan ekstrak buah bit, ekstrak bunga telang dan ekstrak kulit secang. Hard candy dibuat dengan pemanasan larutan sukrosa dan glukosa hingga suhu tinggi, sedangkan <em>soft candy</em> melibatkan penambahan gelatin untuk menghasilkan tekstur yang kenyal. Pengamatan yang dilakukan yaitu kadar air, kadar abu, kadar sukrosa, kekerasan dan Uji Organoleptik. Hasil analis terhadap permen yaitu pada hasil pengujian kadar air menunjukkan perbedaan signifikan antara permen keras dan lunak. Pada permen keras, memiliki hasil antara 2,105% - 6,095%. Sebaliknya, permen lunak memiliki kadar air yang bervariasi, dengan hasil analisis kadar air pada K3 menunjukkan kadar air rendah antara 0,505% dan K4 yaitu 24,815% dan K5 yaitu 12,875%, kadar abu pada permen keras dan lunak telah memenuhi standar yang berlaku. Pada permen keras, kadar abu berada di bawah batas SNI yaitu 2,0%, sedangkan pada permen lunak telah memenuhi batas maksimal yaitu kurang dari 3%. Pada pengujian kadar gula, permen keras memiliki nilai 14°Brix, sedangkan permen lunak memiliki nilai 2°Brix dan 7°Brix. Pada analisis kekerasan, permen keras memiliki nilai 8,5 gforce, sedangkan permen lunak menunjukkan nilai yang bervariasi, dengan K5 memiliki kekerasan tertinggi 793,0 gforce, K3 207,5 gforce, dan K4 22,5 gforce. Pada uji organoleptik permen keras dan permen lunak menunjukkan perbedaan warna, aroma, rasa, dan tekstur. Permen keras memiliki warna merah muda dan merah pekat, aroma manis, rasa dominan manis, dan tekstur padat. Permen lunak memiliki warna biru, coklat, dan merah, aroma smoky dengan bau gelatin, rasa pahit, asam, dan gosong, serta tekstur kenyal dan lengket.</p> Dini Novita Sari, Rozalia Rozalia, Kayla Sasi Kirana, Gina Andriani Copyright (c) 2025 Dini Novita Sari, Rosaliza Rosaliza, Kayla Sasi Kirana, Gina Andriani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/61 Wed, 24 Dec 2025 00:00:00 +0700 Pendekatan Flow Cytometry dalam Kuantifikasi Mikroorganisme Pangan: Analisis Sistematis Literatur http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/63 <p>Kuantifikasi mikroorganisme menjadi aspek penting untuk menjamin keamanan dan mutu produk pangan. Metode kultur tradisional yang umum digunakan memerlukan waktu lama dan kurang sensitif dalam mendeteksi mikroba viabel. Flow cytometry (FCM) berkembang sebagai teknik analisis mikroba yang cepat, akurat, dan multiparameter dengan kemampuan mendeteksi sel individual berdasarkan karakteristik fisik dan kimia, termasuk viabilitas sel. Studi ini menggunakan pendekatan systematic literature review dengan protokol PRISMA untuk menyintesis hasil penelitian terkini (2020-2025) terkait aplikasi FCM dalam kuantifikasi dan evaluasi viabilitas mikroorganisme pada produk pangan. Dari 450 artikel awal, terpilih 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan FCM unggul dibanding kultur tradisional dalam kecepatan, serta tingkat sensitivitasnya pada sel viable but non-culturable (VBNC), dan kemampuan multiparameter, walaupun terdapat variabilitas hasil akibat perbedaan protokol pewarnaan dan kompleksitas produk pangan. Standarisasi prosedur dan validasi antar-laboratorium menjadi kunci keberhasilan implementasi FCM. Aplikasi inovatif seperti integrasi Flow-FISH dan Imaging Flow Cytometry memperluas kemampuan analisis mikroba pangan. Keseluruhan, FCM memberikan potensi besar sebagai metode cepat dan sensitif untuk monitoring mikroba pangan dalam penelitian dan industri.</p> Almaidah Istiqomah, Wenny Surya Murtius Copyright (c) 2025 Almaidah Istiqomah, Wenny Surya Murtius https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/63 Fri, 26 Dec 2025 00:00:00 +0700 Aplikasi Internet of Things (IoT) untuk Pengontrolan Suhu dan Kelembaban Relatif Udara Lingkungan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) pada Mini Greenhouse http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/62 <p>Cabai Merah merupakan salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, akan tetapi sensitif akan keadaan lingkungan yang jika suhu terlalu rendah akan mengganggu pertumbuhan nya begitu pula jika suhu dan kelembaban terlalu tinggi oleh karena itu untuk mencapai suhu dan kelembaban optimum untuk lingkungan tumbuh tanaman cabai merah di dalam greenhouse atau mini greenhouse dibutuhkan greenhouse atau mini greenhouse yang dilengkapi sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat greenhouse atau mini greenhouse dengan sistem kontrol suhu dan kelembaban otomatis untuk budidaya cabai merah dengan sistem hidroponik NFT. Sistem kontrol yang digunakan NodeMCU ESP8266, sensor DHT22,relay dan Arduino nano. Tanaman pada penelitian ini ditanam pada system hidroponik pipa 2,5 inci berjumlah 4 batang pipa dengan panjang 180 cm dan memiliki lobang tanam sebanyak 24 lubang. Misting membantu menyesuaikan suhu dan kelembaban dan akan bekerja jika suhu terbaca oleh sistem saat suhu &gt;28 ℃ dan mati saat suhu &lt;28℃ . Hasil R² yang diperoleh sensor suhu dan kelembaban yaitu 0,9841 dan 0,9815. Kinerja sistem dalam penelitian masih belum sepenuhnya dapat mengontrol suhu dan kelembaban sesuai dengan syarat tumbuh optimum cabai merah dimana selama 28 hari pengamatan suhu rata-rata di dalam greenhouse 24 ℃ - 34 ℃ dan kelembaban rata-rata di dalam greenhouse 79 % - 91 %. Kelembaban di dalam greenhouse masih lebih tinggi 11 % dari syarat tumbuh optimum cabai merah. Perbedaan tinggi tanaman, lebar daun, dan jumlah daun rata-rata tanaman pada minggu ke-4 di dalam greenhouse yaitu 6 cm, 2,2 cm,dan 6,2 helai.</p> Santosa Santosa, Ashadi Hasan, Saddam Pebrianto, M. Dixy Rahmadika Pratama Copyright (c) 2025 Santosa Santosa, Ashadi Hasan, Saddam Pebrianto, M. Dixy Rahmadika Pratama https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/62 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0700 Pengembangan Produk Tepung Rakik Belut Instan dan Analisis Nilai Tambahnya http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/60 <p>Pengolahan beras di Nagari Kinari menjadi produk olahan beras masih minim karena sebagian besar beras yang dihasilkan hanya dijual dalam bentuk beras mentah. Rakik belut memiliki tekstur yang sangat renyah dan masa simpan yang relatif singkat sehingga muncullah ide untuk mengembangkan produk rakik belut ini ke dalam bentuk tepung instan. Penelitian ini menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) tunggal 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbandingan rasio tepung beras dan kalio belut yaitu 1:1 (150:150), 2:1 (200:100), 3:1 (225:75), 4:1 (240:60). Data yang diperoleh, dianalisis secara statistik dengan Analysis Of Variance (ANOVA), jika hasil menunjukkan pengaruh dari perlakuan yang diberikan maka dilanjutkan dengan uji Duncant’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 %. Pengaruh perbandingan rasio tepung beras dan kalio belut menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata terhadap kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan uji sensori aroma tepung rakik belut instan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, uji sensori (warna, tekstur) tepung rakik belut instan, dan uji sensori (warna, rasa, tekstur) rakik belut. Perlakuan 1:1 yang dipilih sebagai perlakuan yang paling disukai panelis. Perlakuan ini memiliki kadar air (8,54 %), kadar abu (1,82 %), kadar protein (9,86 %), kadar lemak (9,10 %), uji sensori tepung rakik belut instan dengan nilai rata-rata warna (4,20), aroma (4,32) dan tekstur (4,24), dan uji sensori rakik belut dengan nilai rata-rata warna (4,00), rasa (4,12), tekstur (4,00). Nilai tambah pada pembuatan tepung rakik belut instan untuk satu kali proses adalah sebesar Rp 181.287/kg tepung beras dan produksi dengan rasio nilai tambah sebesar 53,79 %.</p> Kurnia Harlina Dewi, Santosa Santosa, Yul Apni Harianja, Saddam Pebrianto Copyright (c) 2025 Kurnia Harlina Dewi, Santosa Santosa, Yul Apni Harianja, Saddam Pebrianto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/60 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0700 Potensi Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd) sebagai Prekursor Karbon Aktif dengan Variasi Aktivator: Review http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/74 <p>Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang banyak dimanfaatkan dalam pengolahan air karena memiliki luas permukaan tinggi dan struktur pori yang berkembang. Produksi karbon aktif masih bergantung pada bahan baku tak terbarukan dan berbiaya tinggi. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah biomassa sebagai prekursor karbon aktif menjadi pendekatan yang semakin relevan dalam kerangka ekonomi sirkular. Salah satu biomassa yang berpotensi dikembangkan menjadi karbon aktif yaitu cangkang kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd). Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif potensi cangkang kemiri sebagai bahan baku karbon aktif dengan fokus pada pengaruh variasi aktivator terhadap karakteristik dan kinerja absorpsi karbon aktif yang dihasilkan. Kajian dilakukan melalui analisis kritis literatur terkait potensi tempurung kemiri sebagai bahan baku, proses produksi karbon aktif, jenis aktivator dan pengaruhnya terhadap arang aktif serta analisis kritis mengenai karbon aktif cangkang kemiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa jenis aktivator (asam maupun basa) berperan signifikan dalam menentukan struktur pori, luas permukaan dan kapasitas adsorpsi karbon aktif. Aktivator asam cenderung menghasilkan karbon aktif dengan gugus fungsi permukaan yang kaya, sedangkan aktivator basa efektif dalam pembentukan mikropori. Cangkang kemiri memiliki potensi besar sebagai prekursor karbon aktif. Namun, tantangan mengenai keberlanjutan proses, konsumsi energi dan limbah kimia masih perlu diatasi. Review ini diharapkan menjadi dasar pengembangan riset lebih lanjut dan penerapan teknologi karbon aktif yang efisien, ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p> Rozalia Rozalia; Ayulian Sara Copyright (c) 2025 Rozalia Rozalia; Ayulian Sara https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 http://greentech.fateta.unand.ac.id/index.php/GreenTech/article/view/74 Sun, 28 Dec 2025 00:00:00 +0700