Efektivitas Penggunaan ‘Bios’ dalam Pengolahan Limbah Cair Tahu untuk Menurunkan Kadar BOD dan COD
Main Article Content
Abstract
Industri tahu merupakan salah satu industri rumahan yang menghasilkan limbah cair. Limbah cair industri tahu harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke aliran sungai sehingga tidak menyebabkan pencemaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kandungan limbah cair yang dihasilkan oleh industri tahu serta mengetahui efektivitas penggunaan larutan ‘Bios’ dalam pengolahan limbah cair pada industri tahu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan metode penelitian eksperimen dan dilakukan analisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan mikroorganisme yang ada didalam larutan merek ‘Bios’ dapat menurunkan kadar BOD, dengan kadar awal BOD sebesar 1365,6 mg/L menjadi 73,23 mg/L. Selanjutnya kadar awal COD sebesar 7057,2 mg/L menjadi 343,95 mg/L pada limbah cair tahu yang sudah ditampung didalam kolam. Nilai pH dari 3,71 menjadi 6,3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BOD dan nilai pH limbah cair tahu yang sudah diberi perlakuan menggunakan larutan ‘Bios’ ke kolam penampungan limbah sudah memenuhi ambang batas yang ditetapkan. Kadar kedua parameter tersebut berada di bawah baku mutu yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
T. Deffy, W. Nilandita, and I. Munfarida, “Bioremediasi Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Larutan EM4 secara Anaerob-Aerob,” Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, vol. 17, no. 3, pp. 233–241, Nov. 2020, doi: 10.14710/PRESIPITASI.V17I3.233-241.
J. T. Nugraha, B. Utomo, and K. Soeryodarundio, “Analisis Pemberian Bakteri Probiotik Komersial pada Air Buangan Industri Tahu Terhadap Perubahan Kadar BOD dan DO dengan Interval Waktu Inkubasi 8 Jam,” Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil, vol. 2, no. 3, pp. 409–420, Jul. 2024, doi: 10.61132/konstruksi.v2i3.476.
W. P. Pangestu, H. Sadida, and D. Vitasari, “Pengaruh Kadar BOD, COD, pH dan TSS pada Limbah Cair Industri Tahu dengan Metode Media Filter Adsorben Alam dan Elektrokoagulasi,” Media Ilmiah Teknik Lingkungan, vol. 6, no. 2, pp. 74–80, Sep. 2021, doi: 10.33084/mitl.v6i2.2376.
Y. Patmawati, A. Alwathan, and I. A. Azizi, “Effective Microorganism-4 (EM-4) pada Proses Bioremediasi Limbah Cair Industri Tahu,” Media Perspektif: Journal of Technology, vol. 13, no. 1, p. 37, Oct. 2021, doi: 10.46964/jtmp.v13i1.1315.
R. R. S. Rahmah, “Efektivitas Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dalam Menurunkan Kadar Bod (Biochemical Oxigen Demand) dan TSS (Total Suspended Solid) pada Limbah Cair Industri Tahu Kelurahan Sialang Munggu Kota Pekanbaru,” Kesmaspedia: Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, vol. 1, no. 1 EDISI SEPTEMBER, pp. 12–19, Sep. 2024, Accessed: Aug. 09, 2026. [Online]. Available: https://kesmaspedia.com/index.php/kp/article/view/3
A. A. Amri and T. Widayatno, “Penurunan Kadar BOD, COD, TSS, dan PH pada Limbah Cair Tahu dengan Menggunakan Biofilter,” Jurnal Inovasi Teknik Kimia, vol. 8, no. 1, p. 6, Feb. 2023, doi: 10.31942/inteka.v18i1.8089.
F. Alya and H. Haryanto, “Pengaruh Waktu Kontak dan Bobot Biomassa Kangkung Air (Ipomoea aquatica) Terhadap Penurunan Kadar Total Suspended Solid (TSS) Air Limbah Rumah Sakit dengan Metode Fitoremediasi,” Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL), vol. 4, no. 2, pp. 1–8, Sep. 2022, doi: 10.35970/jppl.v4i2.1469.
N. N. Ramadiyanti, H. D. Prasetyo, and H. Latuconsina, “Dynamics of Dissolved Oxygen During the Phytoremediation Process Combination of Water spinach (Ipomoea aquatica) and Java Fern (Microsorum pteropus)at the Fecal Waste Treatment Plant,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains Unisma Malang, vol. 1, no. 2, pp. 50–55, Aug. 2023, doi: 10.33474/JIMSUM.V1I2.22566.
N. Ramadiyanti, H. D. Prasetyo, and H. Latuconsina, “Dinamika Oksigen Terlarut Selama Proses Fitoremediasi Kombinasi Tumbuhan Kangkung Air (Ipomoea aquatica) dan Pakis Lidah Kolam (Microsorum pteropus) di Instalasi Pengolahan Limbah Tinja,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains Unisma Malang, vol. 2, no. 1, pp. 51–56, Feb. 2024, doi: 10.33474/JIMSUM.V2I1.20784.
L. Lastri and J. H. L. Tobing, “The Effect of Water Spinach (Ipomoea aquatica), Watercress (Nasturtium officinale), and Genjer (Lemna minor) on Domestic Wastewater Quality,” Jurnal Biologi Tropis, vol. 25, no. 4b, pp. 102–110, Nov. 2025, doi: 10.29303/jbt.v25i4b.10592.
K. Kamsul, S. Sukarjo, S. A. Shalsabila, F. Irsya, I. Rusdiana, and W. Fajriani, “Dampak Limbah Industri Tahu terhadap Kualitas Lingkungan,” Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan, vol. 1, no. 2, pp. 268–275, Jul. 2025, doi: 10.71417/galen.v1i2.29.
I. G. Y. S. Tangeb, S. Supriatna, and W. S. Pranowo, “Dinamika Total Suspended Solid (TSS) Berdasarkan Citra Landsat 8 Oli Pada Alur Pelayaran Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat,” Jurnal Kelautan Nasional, vol. 18, no. 2, p. 79, May 2023, doi: 10.15578/jkn.v18i2.12628.
N. L. E. Wahyuni et al., “Pengolahan Air Limbah Tahu Menggunakan Metode Elektrokoagulasi dan Adsorpsi Secara Kontinyu,” Kovalen: Jurnal Riset Kimia, vol. 9, no. 2, pp. 140–150, Aug. 2023, doi: 10.22487/kovalen.2023.v9.i2.16446.
M. A. Febrianto, A. Sujiwa, M. Shofwan, and D. Majid, “Penurunan Kadar BOD, COD dan Turbidity Limbah Cair Industri Batik Melalui Metode Kombinasi Pretreatment Filtrasi Adsorpsi dan Elektrokoagulasi,” Jurnal Reka Lingkungan, vol. 11, no. 3, pp. 258–269, Jan. 2024, doi: 10.26760/rekalingkungan.v11i3.258-269.
G. M. Sarayya, K. Kamsul, A. F. Wulanda, M. Maksuk, and M. Sopianti, “Penerapan Metode Filtrasi Sebagai Upaya Penurunan BOD dan Kekeruhan pada Limbah Cair Tahu,” Jurnal Entitas Kesehatan, vol. 1, no. 1, pp. 8–13, Jan. 2026, doi: 10.64465/jek.v1i1.69.
H. Purnata, S. Rahmat, N. A. Ilahi, N. A. Triwuri, and A. F. Pratiwi, “Pengolahan Limbah Cair Batik dengan Elektrokoagulasi dan Filtrasi-Adsorbsi untuk Keberlanjutan,” Room of Civil Society Development, vol. 4, no. 1, pp. 197–210, Feb. 2025, doi: 10.59110/rcsd.528.
W. N. Ramli, I. A. Nugraheni, and A. Bimantara, “Potensi Bakteri Amilolitik Sebagai Agen Bioremediasi Limbah Cair Industri Pengolahan Mi Lethek,” in Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, Mar. 2025, pp. 96–111. Accessed: Aug. 09, 2026. [Online]. Available: https://proceeding.unisayogya.ac.id/index.php/prosemnaslppm/article/view/997
M. A. Aufa, G. L. Utama, M. Mansyur, U. Subhan, and I. S. Bin Sukarman, “Utilization of Tofu Wastewater as a Fish Supplement: Impact on Fish and Economic Analysis,” Jurnal Presipitasi: Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan, vol. 22, no. 3, pp. 950–963, Nov. 2025, doi: 10.14710/PRESIPITASI.V22I3.950-963.
K. Kiswanto and W. Wintah, “Addition of EM-4 (Effective Microorganisms-4) to Reduce BOD (Biologycal Oxygen Demand) of Batik Cap Waste in Pekalongan City,” E3S Web of Conferences, vol. 605, p. 03002, Jan. 2025, doi: 10.1051/e3sconf/202560503002.
D. Wibowo, A. A. Nadi, and W. Ndibale, “Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Menjadi Biogas: Optimasi Laju Pertumbuhan Bakteri dalam Produksi Gas HCHO dan TVOC,” Jurnal Rekayasa Hijau, vol. 9, no. 1, pp. 1–10, Mar. 2025, doi: 10.26760/jrh.v9i1.1-10.
N. N. R. Rustiana et al., “Pemanfaatan Limbah Produksi Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair Desa Sukasukur,” Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), vol. 6, no. 1, pp. 48–52, Mar. 2025, doi: 10.52060/jppm.v6i1.2588.
A. F. D. Dewi, D. N. S. A. Fernanda, M. Z. Irfan, T. C. Celloiva, Moh. F. Gezali, and Moh. D. Rachmadani, “Eco-Farming Revolution: Pemanfaatan Limbah Cair Tahu sebagai Pupuk Organik Cair Unggulan,” Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, vol. 3, no. 4, pp. 1063–1068, May 2025, doi: 10.31004/jerkin.v3i4.528.