Pengaruh Penambahan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Sifat Fisiko- Kimia dan Penerimaan Organoleptik Gula Semut Tebu (Saccharum officinarum, L.)

Main Article Content

Santosa Santosa
Lisa Rahayu
Nadia Utami Pinem
Saddam Pebrianto

Abstract

Gula semut tebu merupakan salah satu produk gula merah yang memiliki bentuk berupa serbuk atau butiran yang memiliki karakteristik berwarna coklat muda atau coklat tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap sifat fisiko-kimia dan penerimaan organoleptik gula semut tebu, serta analisis titik impasnya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan variasi penambahan bubuk kayu manis yaitu A (0 %), B (1,5 %), C (3 %), D (4,5 %), dan E (6 %). Data dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Varience (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 % jika berbeda nyata, serta dihitung titik impas produk berdasarkan perlakuan terbaik pada uji sensori. Penambahan bubuk kayu manis berpengaruh nyata terhadap rendemen, derajat putih, bagian tidak larut air, kadar air, kadar abu, kadar gula pereduksi, antioksidan, sensori (warna, rasa, aroma, dan tekstur) gula semut tebu. Hasil uji sensori didapatkan bahwa perlakuan C merupakan perlakuan yang paling disukai panelis, yakni jika penambahan bubuk kayu manis sebanyak 3 % dengan tingkat kesukaan terhadap warna 4,17 (suka), rasa 4,03 (suka), aroma 3,70 (mengarah ke suka), tekstur 3,70 ( mengarah ke suka), dan penampakan 4,07 (suka). Produksi gula semut tebu dengan penambahan bubuk kayu manis 3 % (perlakuan C) akan mencapai titik impas ketika perusahaan dapat menjual produk sebanyak 2.796 unit dengan bobot per unitnya berisi 0,25 kg dan harga jual sebesar Rp 23.116/unit.

Article Details

How to Cite
Santosa, S., Rahayu, L., Pinem, N. U., & Pebrianto, S. (2025). Pengaruh Penambahan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) terhadap Sifat Fisiko- Kimia dan Penerimaan Organoleptik Gula Semut Tebu (Saccharum officinarum, L.). GreenTech, 2(1), 98–121. https://doi.org/10.25077/greentech.v2i1.47
Section
Research Articles

References

D. Irundu, M. Khoiriyah, and R. Ritabulan, “Efektivitas Pembuatan Gula Semut Menggunakan Metode Konvensional dan Modern,” Jurnal Penelitian Kehutanan BONITA, vol. 4, no. 1, p. 30, Jul. 2022, doi: 10.55285/bonita.v4i1.1212.

N. Herlina, A. Husin, M. Nurfahasdi, and I. Suryati, “Strategi Peningkatan Mutu Gula Merah Aren Menjadi Gula Semut di Lingkungan Lomban Lobu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan,” Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), vol. 4, no. 1, pp. 1–12, Apr. 2021, doi: 10.32734/lwsa.v4i1.1182.

I. Prastiani, O. Nawansih, and T. Setiawan, “Keragaman Mutu Gula Semut yang Beredar di Wilayah Bandar Lampung Berdasarkan SNI 01-3743-1995,” Jurnal Agroindustri Berkelanjutan, vol. 3, no. 2, pp. 231–242, Nov. 2024, doi: 10.23960/jab.v3i2.9306.

R. S. Harjanti et al., “Pengaruh Kesegaran Tebu (Saccharum officinarum L.) pada Kualitas Gula Cetak Merah,” Jurnal Agro Industri Perkebunan, vol. 12, no. 1, pp. 29–40, Mar. 2024, doi: 10.25181/jaip.v12i1.3384.

F. Nurcahali, R. Hutami, N. Andarwulan, and K. Sapanli, “Kajian Pustaka: Karakteristik Kimia dari Produk Gula Aren dan Kelapa,” Karimah Tauhid, vol. 3, no. 10, pp. 11007–11013, Oct. 2024, doi: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15567.

R. Amelia, S. Ahzan, S. Prayogi, and D. Pangga, “Uji Viskositas Nira Aren dengan Penambahan Kelapa Parut dan Minyak Goreng terhadap Kualitas Gula Aren,” Jurnal Ilmiah IKIP Mataram, vol. 11, no. 1, pp. 41–47, Aug. 2024, doi: 10.26858/JPTP.V4I2.6616.

P. Manuho, Z. Makalare, T. Mamangkey, and N. S. Budiarso, “Analisis Break Even Point (BEP),” Jurnal Ipteks Akuntansi Bagi Masyarakat, vol. 5, no. 1, p. 21, Jul. 2021, doi: 10.32400/jiam.5.1.2021.34692.

D. A. Bimayu, “Analisis Break Even Point (BEP) dalam Menentukan Perencanaan Laba Perusahaan PT Sentra Food Indonesia 2021,” SINOMIKA Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Ekonomi dan Akuntansi, vol. 1, no. 5, pp. 1093–1104, Jan. 2023, doi: 10.54443/sinomika.v1i5.583.

E. P. Rahmi, “Kajian Penggunaan Asap Cair Hasil Pirolisis Kayu dari Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum Burmanni) Sebagai Bahan Penggumpal Lateks pada Pembuatan Sit Angin,” Universitas Andalas, Padang, 2022.

G. A. P. L. P. Sari, I. G. A. A. K. Yana, and N. P. L. Adnyani, “Potensi Kayu Manis sebagai Obat untuk Meredakan Nyeri Haid: Literature Review,” Usadha, vol. 3, no. 1, pp. 21–26, Apr. 2024, doi: 10.36733/usadha.v3i1.8916.

D. Abdullah and S. Mubarokah, “Potensi Kayu Manis Sebagai Terapi Alami dalam Mengelola Diabetes Melitus,” Nusantara Hasana Journal, vol. 4, no. 10, pp. 54–61, Mar. 2025, doi: 10.59003/NHJ.V4I10.1372.

A. Yuwanda, A. B. Adina, and R. F. Budiastuti, “Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Nees and T. Nees) Blume): Review tentang Botani, Penggunaan Tradisional, Kandungan Senyawa Kimia, dan Farmakologi,” Journal of Pharmacy and Halal Studies, vol. 1, no. 1, pp. 17–22, Nov. 2023, doi: 10.70608/3mk0s904.

N. Imanudin, M. F. Kurniawan, and T. Rohmayanti, “Potensi Senyawa Aktif Ekstrak Kayu Manis Padang (Cinnamomum burmanii) sebagai Inhibitor Enzim Aldose Reductase secara Moleculer Docking,” JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi), vol. 6, no. 2, p. 171, Nov. 2022, doi: 10.30595/jrst.v6i2.14262.

D. Praseptiangga, Y. Nabila, and D. R. A. Muhammad, “Kajian Tingkat Penerimaan Panelis pada Dark Chocolate Bar dengan Penambahan Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii),” Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, vol. 33, no. 1, pp. 1–11, Apr. 2018, doi: 10.20961/carakatani.v33i1.19582.

S. S. Mariani, “Strategi Pemberdayaan Pengrajin Gula Semut di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah,” Jurnal sosial dan sains, vol. 4, no. 6, pp. 420–438, Jun. 2024, doi: 10.59188/jurnalsosains.v4i6.1379.

N. W. P. Meikapasa, K. G. Pravitri, and M. Ulpiana, “Analisis Fisikokimia Gula Aren di Wilayah Gunung Sari Lombok Barat:,” Jurnal Kolaboratif Sains, vol. 8, no. 1, pp. 396–404, Jan. 2025, doi: 10.56338/JKS.V8I1.6845.

R. Hutami et al., “Proses Produksi Gula Aren Cetak (Arenga pinnata, Merr) di Indonesia,” Jurnal Ilmiah Pangan Halal, vol. 5, no. 2, pp. 119–130, Oct. 2023, doi: 10.30997/jiph.v5i2.10237.

L. Maharina, S. Prabawa, and B. Yudhistira, “Pengaruh Variasi Suhu Pengeringan dan Formulasi terhadap Karakteristik Minuman Herbal daun Binahong dan Daun Stevia,” Agrointek : Jurnal Teknologi Industri Pertanian, vol. 16, no. 4, pp. 611–621, Dec. 2022, doi: 10.21107/AGROINTEK.V16I4.10209.

S. P. Novitasari and F. K. Hartati, “Konsentrasi Gelatin dan Ekstrak Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Mutu Kimia, Antioksidan dan Organoleptik Permen Lunak Rendah Kalori,” Journal of Food Safety and Processing Technology (JFSPT), vol. 1, no. 2, p. 80, Apr. 2024, doi: 10.30587/jfspt.v1i2.7503.

C. A. Afgani, A. Nurrahman, A. Ariskanopitasari, and D. Tanggasari, “Kajian Penambahan Bubuk Kayu Manis dengan Berbagai Tingkat Penyangraian Terhadap Mutu Fisik dan Organoleptik Kopi Robusta Celup Desa Lenangguar, Sumbawa,” Pro Food, vol. 11, no. 1, pp. 151–159, May 2025, doi: 10.29303/profood.v11i1.521.

A. Tritisari, “Karakteristik Gula Semut Nira Tebu dengan Penambahan Pengawet Alami,” Jurnal Agroindustri Pangan, vol. 2, no. 2, pp. 44–55, Jul. 2023, doi: 10.47767/agroindustri.v2i2.542.

J. Pagune, A. I. Laboko, and M. Pou, “Karakteristik Fisikokimia dan Hedonik terhadap Pembuatan Minuman Herbal Binahong (Anredera Cordifolia) dengan Penambahan Kayu Manis,” ARview Jurnal Ilmiah, vol. 2, pp. 21–32, 2023, Accessed: Dec. 26, 2025. [Online]. Available: https://ejurnal.unisan.ac.id/index.php/arview/indexhttps://ejurnal.unisan.ac.id/index.php/arview/index

S. S. Nielsen, “Introduction to Food Analysis,” 2024, pp. 3–14. doi: 10.1007/978-3-031-50643-7_1.

M. Yasser, A. M. I. A. Asfar, A. M. I. T. Asfar, M. Rianti, and E. Budianto, “Pengembangan Produk Olahan Gula Merah Tebu dengan Pemanfaatan Ekstrak Herbal di Desa Latellang Kabupaten Bone ,” Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, vol. 4, no. 1, p. 42, Jan. 2020, doi: 10.20956/pa.v4i1.7083.

M. Tang, Al Gazali, and A. Jumarding, “Strategi Peningkatan Produksi Gula Semut di Desa Mangkawani Kabupaten Enrekang,” J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 1, no. 7, pp. 1305–1310, Dec. 2021, doi: 10.53625/jabdi.v1i7.452.

Z. Zulkahfi et al., “Identifikasi Kualitas Produk Gula Semut dan Gula Cair Nira Aren dengan Penambahan Pengawet Ekstrak Kulit Mangrove dan Kayu Nangka,” Pangale: Journal of Forestry and Environment, vol. 5, no. 1, pp. 21–31, Jun. 2025, doi: 10.31605/pangale.v5i1.5150.

O. R. Rina and F. M. Saty, “Pelatihan Penganekaragaman Produk Gula Semut Herbal Produksi Kwt Bumi Lestari Air Naningan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak, vol. 3, no. 1, pp. 30–36, Jun. 2022, doi: 10.22437/jpm.v3i1.17561.

F. Agustina et al., “Pelatihan Pembuatan Gula Semut Sebagai Produk Inovasi dari Gula Aren di Desa Gelangar,” Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, vol. 5, no. 4, pp. 154–157, Nov. 2022, doi: 10.29303/jpmpi.v5i4.2325.

F. Wijaya, A. Hintono, and Y. B. Pramono, “Sifat Fisikokimia dan Hedonik Cookies Oats dengan Penggunaan Tepung Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus),” Jurnal Pangan dan Agroindustri, vol. 10, no. 1, pp. 9–17, Jan. 2022, doi: 10.21776/ub.jpa.2022.010.01.2.

U. Hasanah, M. Ulya, and U. Purwandari, “Pengaruh Penambahan Tempe dan Tepung Tapioka terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Hedonik Nugget Nangka Muda (Artocarpus heterophyllus LMK),” Jurnal Pangan dan Agroindustri, vol. 8, no. 3, pp. 154–162, Jul. 2020, doi: 10.21776/ub.jpa.2020.008.03.5.